Cari Blog Ini

Tampilkan postingan dengan label Catatan Harian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Catatan Harian. Tampilkan semua postingan

Minggu, 15 Januari 2017

Bukan Tak Mampu... Tapi... Tak Mau (Dia)



Mampu, dimana dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia berarti kuasa (sanggup) melakukan sesuatu, kalimat bukan tak mampu.. tapi tak mau di analogikan kita semua berada dalam titik yang sama yaitu memiliki kesanggupan yang sama, yang membedakan adalah kalimat Mau atau tidak Mau nya kita dalam melakukannya.

Mau atau tidak mau merupakan suatu kebebasan  atau hak setiap orang. Mau atau tidak mau seseorang melakukannya dilandaskan oleh apa motivasi atau dorongan atau keinginan yang orang tersebut ingin capai, dimana motivasi terbentuk dari pengetahuan yang orang itu miliki.

Sebagai mahluk ciptaan Allah yang diciptakan sedemikian sempurnanya... yang dikaruniai akal sebagai tempat berfikir dan hati sebagai tempat perasa, kita diberikan pilihan jalan mana yang ingin kita tempuh... dan akhir seperti apa yang ingin kita rasakan.

Banyak jalan menuju Roma, begitu kata pepatah, tentu bisa kita gunakan menjadi banyak jalan yang bisa kita lakukan untuk mengisi hari kita.


'Bukan tak mampu, tapi tak mau' kalimat yang akan saya jadikan jembatan alasan untuk tiga hal:
1. Berpandangan positif terhadap seseorang, dan berharap mendapatkan hikmah darinya. Bukan... tak mampu, tapi.... mau  (Dia)
2. Penguatan dalam diri kita terkhusus bagi orang-orang yang sedang berhijrah menjadi lebih baik. Bukan... tak mampu, tapi.... mau (Aku)
3. Mengajak atau menguatkan saudara-saudara kita yang sedang mencari-cari jati diri. Bukan... tak mampu, tapi.... mau (Kamu)


Bukan... Tak mampu, Tapi.... Mau (Dia)
The role : Mari kita isi titik-titik di atas dengan kalimat pengganti yang ada di dalam tanda kurung !
Menjadi... 'Bukan Dia Tak Mampu,,Tapi Dia Tak Mau"

Dia dan kita memiliki kemampuan yang sama, kesanggupan yang sama dalam melakukan sesuatu yang membedakan adalah dia mungkin mau melakukan dan kita mau lakukan , dia tidak mau melakukan dan kita mau melakukan, atau sebaliknya.




Sesi foto gathering


Kemarin, sekitar pukul setengah empat sore selepas solat ashar selesai dilkukan,, acara gathering tahunan perusahaan tempat saya bekerja memulai acaranya dibuka dengan beberapa sambutan dan doa... acara berlangsung ramai, karena ini memang dibuat oleh owner untuk ketiga PT nya dalam satu acara..

Salah satu acara yang disuguhkan adalah solo singer, seiap orang berbaur berjoget bersama hingga tak terasa sudah waktunya untuk solat magrib.. melihat keramaian ini, saya jadi teringat dengan seseorang yang dulu pernah teman saya ceritakan, temannya teman saya "marah" karena hal yang mungkin kebanyakan dari kita menganggapnya  "sepele".

Beigini ceritanya..

Saat itu dia dan temannya pergi ke suatu tempat untuk mempelajari suatu bidang, mereka menginap di suatu tempat yang bisa disebut asrama, asrama lelaki dan perempuan memang dipisah tapi tidak saat kelas belajar asrama... lelaki dan perempuan berbaur satu sama lain, canda tawa satu sama lain karena pembelajaran yang sedang dibahas sudah biasa terjadi, karena memang pembelajaran dibuat seperti itu.
Di hari berikutnya temanya tidak datang dalam kelas-kelas asrama.. lebih memilih kelas yang sudah diambilnya di luar, karena rasa peansaran teman saya bertanya.. kenapa dia seperti itu? dia pun menjawab karena dia "marah"  dia tidak suka dengan berbaurnya perempuan dan laki-laki bercanda tawa tanpa ada satu pemisah sedang mereka bukanlah muhrimnya.

Menyimak pengalaman itu, pada awalnya saya pun merasa tidak jelas banget alasannya.. teman saya pun merasakan hal yang sama seperti saya.. mungkin karena pemahaman kami saat itu belum sampai ke sana, bahwa memang perempuan dan lelaki yang bukan muhrimnya tidak boleh berbaur.

Dalam ketidaktahuan kita berfikir dia ga mampu bersosialisasi dengan baik.. tapi jauh diluar pandangan kita justru bukan karena ketidakmampuannya bergaul atau bersosialisasi seperti orang kebanyakan yang dengan mudah membuaka pembicaraan dengan lawan jenisnya tapi karena ketidak mau-annya yang dilatar belakangi pengetahuannya yang tau mana yang membawa kebaikan dan tidak bagi dirinya, yang tau mana yang membuat Allah ridha akan perilakunya atau tidak.

Pengalaman di atas dapat kita ambil hikmahnya, dimana mungkin saya dan teman saya harus lebih baik lagi dalam memamahi apa yang diperintahkan dan dilarang Allah. Dan juga ikut mengamalkan hal tersbut dalam kehidupan kita.


Senin, 27 Juni 2016

Skripsier... I'm falling in love

"Tidak perlu takut, selama apa yang kita lakukan benar.. tetap pada keyakinan kita" - bapak Dospem ku


Ini cerita tentang pengalaman ku sebagai penggarap skripsi dengan dospem ku. Pengalaman letih, senang, sedih... putus asa... penuh semangat campur aduk. Pertemuan kami *ciecie.. aku baru ingat, itu saat Frenchment Enrichment Program (FEP), salah satu program poenyambutan mahasiswa baru.. seperti perkenalan lingkungan kampus dan pemberian wejangan-wejangan menjadi mahasiswa yang berbobot.

Salah satu materi yang beliau sampaikan mengenai mind map, pola pikir bagaimana cara menyusun dan mengingat sesuatu agar paham akan suatu hal. sehingga ketika suatu ilmu kita perlukan kita bisa menjelaskan dengan bahasa kita, karena kita sudah memiliki konsepnya.

Alhamdulillah... perasaan senang dan tak terduga, ternyata bisa berkesempatan bertemu dengannya lagi, beliau salah satu dosen pengajar di peminatan yang aku pilih ini. BENAR kan !!! pola fikir beliau itu unik... sampai aku penasaran dan tertarik, ingin tahu pandangan-pandangan beliau tentang banyak hal... hehehe *senyum-senyum

H0602, begitu ciri khas beliau meninggalkan jejak di setiap message nya Beliau mengajarkan kami mengenai Tax Planning, materi mengenai perencaan pajak, penghindaraan pajak, penghematan pajak yang masih sejalan dengan aturan pajak, serta trik-trik penggelapan pajak, bagian yang akhir itu.. beliau berpesan, kita harus belajar mengenai hal itu agar kita tahu otak penjahat seperti apa.. agar mudah menganalisis kecurangan pajak, Pengalaman selama di kelas, beliau menganjurkan kita membaca buku dahulu sebelum pelajaran tentang materi tersebut beliau jelaskan. rumusnya seperti ini untuk satu materi.... belajar sebelum kuliah + fokus kuliah + belajar after kuliah.

Pelajaran yang beliau bawakan di kelas teramat sulit, kalo sebelumnya kita tidak belajar, beliau lebih suka diskusi dan tanya jawab mengenai materinya, dan sangat terasa asik saat kita sebelumnya sudah belajar di rumah. Pertanyaan beliau sangat unik dan aneh... sampai-sampai aku dan teman-teman mencari di bukupun tidak ada. Seperti ini.... "Kapan pemeriksaan pajak di anggap selesai?"katanya, 
kami menjawab banyak hal... tapi ternyata jawabanya "Saat Pemeriksaan dianggap memang sudah selesai" jawabnya

Penggarapan skripsi kali ini, karena kesan beliau begitu.. sesuatu.. *hehehe aku pilih beliau sebagai dospem ku, alhamdulillah... terwujud... sampai sekarang di akhir pengumpulan skripsi ini, terlepas dari apa yang aku dapat nanti untuk skripsi ku... beliau begitu banyak meninggalkan kesan-kesan di fikiran ku. Pertama.. beliau selalu memberikan nasihat kepada kami mahasiswa-mahasiswa bimbingannya.. bukan cuma mengenai skripsi, tapi juga kehidupan. Kedua.. beliau begitu detail mengoreksi setiap skripsi yang kami kirim ke emailnya. Ketiga... beliau perfectionist setiap detail sumber data yang kami pakai harus ada nomor laporan, sehingga sedikit membuat kami kewalahan, karena rata-rata data yang kami dapat masih dalam bentuk excel... namun karena desakan beliau, akhirnya kami dapatkan yang dinginkan. Keempat.. beliau itu romantis, sering memberi kejutan.. kado kecil terbungkus rapih.. disodorkan di depan.. dengan berkata "silahkan pilih" katanya di hari terakhir bimbingan.

Salah satu sharing beliau yang aku dapatkan:

Important - Life Skill

Research result by TThomas J.
Stanley, Ph.D are probable going to change what you believe.

His research showed that of 100 factors that influence a person's SUCCESS:
  • IQ only ranks 21
  • attend schools ranks 23
  • graduated as the top/almost best only ranks 30
Suprised?

Do you want to know the top 10 factors contributing to success?

feel free to rethink what you believe after reading the following 10 factors:
  1. Honesty
  2. Discipline
  3. Sociable - Good Interpersonal Skill
  4. Support from Spouse/Life Partner
  5. Work Harder than orders
  6. love what you do
  7. Good & Strong Leadership
  8. Be Competitive (both personality and spirit)
  9. Good life management
  10. Ability to sell Ideas or Products

Hopefully this will be useful for us



#alhamdulillah




Selasa, 03 Mei 2016

Sang Mutiara dari Priangan Timur

Suasana di sekitar rumah Tasik
"Desa ku yang kucinta... pujaan hatiku, tempat ayah dan bunda dan handai taulan ku, tak mudah ku lupakan, tak mudah bercerai, selalu ku rindukan... desa ku yang permai" sepenggal lirik lagu Desa Ku -L. Manik

Sejenak melepas lelah dari kebisingan Ibu Kota, kota kelahiran Bapak ku.. aku pergi menuju kota kelahiran mamah ku tercinta... Sang Mutiara dari Periangan Timur, begitu kata sebuah tullisan di wikipedia julukan untuk kota Tasikmalaya. Sebuah kota yang terletak di bagian barat pulau jawa, yang sekarang ini lebih terkenal namanya dibanding dulu karena kerajinan khas tangannya berupa bordiran dan pasarnya yang terdapat di Tanah abang, Jakarta.

Tasik, kota yang adik ku bilang tidak ada ciri khas makanannya.. hehehe, mungkin karena kita berdua lebih lama di Jakarta, dan hanya pergi ke Tasik untuk waktu-waktu tertentu, tapi sebenarnya Tasik memiliki banyak hal... untuk  daerah perkampungnya pemandangannya begitu Indah, dan alhamdulillah rumah kami di sana berada di kampung, di desa cikadongdong (bener gaa ya tulisannya), Singaparna. Bahasa sunda yang halus dibanding bagian barat pulau Jawa lainnya, dan rata-rata memiliki wanita-wanita berkulit putih, hehe kalau ini kata orang-orang yang pertamakali kenal saya, dan  baru sadar saya orang sunda.. hehe maklum nama saya Jawa banget.

"Desa mamah ku, tempat aku menghabiskan waktu kecil ku dulu, saat masih ada nenek ku yang mengajari ku berkebun, dan bagaimana menjadi seorang wanita" hehe.. maklum beliau begitu apik dalam berbagai hal, tidak terkecuali dalam hal kecil.

^_^ Oke kali ini saya akan sedikit cerita tentang Tasikmalaya, dari sudut pandang saya yang baru mengenal beberapa hal tentang Tasik, mohon maaf jika ada yang tidak sesuai.

Tasik, akhir-akhir ini lebih terkenal namanya karena adanya pasar Tasik di Tanah Abang, sama seperti kota-kota lainnya kalau kita bicara mengenai "perkotaanya" tentu tidak aneh, yang ada hanya kendaraan lalu lalang dan mall mall besar yang berdiri tegak, Tasik pun seperti itu.. di bagian kota Tasik terdapat mall yang cukup terkenal namanya Mall Asia Plasa, kemarin saya sempat keliling kota Tasik ditemani oleh saudara yang baru saja lulus kuliah, namanya neng Firda... hehehe saya nya masih skripsi malah liburan.

Menuju Tasikmalaya, memerlukan waktu sekitar 5-7 Jam perjalanan darat.. melewati Garut, Nagrek dan jalan berliuk-liuk pas hanya untuk satu dua mobil, beberapa orang yang belum pernah ke Tasik dan belum terbiasa biasanya akan mengalami mabuk perjalanan saat melewati jalan berliuk, jalanan berliuk ini tidak terlalu panjang, sekitar 1-1,5 jam, but it's so fun.

Ada tour guide gratis dan kendaraan gratis alhamdulillah banget.. kami jalan-jalan ke Tasik kota, pergi ke berbagai tempat, dimulai dari Masjid Agung Tasik, suasanya ramai banyak yang bermain dan ada yang mendengarkan ceramah. Lalu lanjut ke Bakso SR, bakso enak banget dengan tekstur baksonya seperti kebanyakan bakso lainnya.. tapi sambalnya itu seperti sambal tomyam.. luar biasa enaknya, harganya sekitar Rp, 20rbuan-30rbuan seporsi beralamat di Jl. HZ, tidak jauh dari Masjid Agung Tasik. Termasuk bakso mahal untuk ukuran kota ini.
satu porsi mie bakso sapi SR.

Lalu kunjungan selanjutnya ke Replika Menara Eifel, di dekat Gedung Bupati Kabupaten Tasik. replikanya terbuat dari bambu dibuat oleh seniman asal Tasik, tidak ada biaya masuk, bebas berfotoria. di sebelah replika terdapat masjid besar, jadi bagi yang mau solat dulu bisa mampir, toilet masdjidnya bersih, hanya ada sedikit sampah daun-daunan

Masjid Gedung  Bupati Kabupaten Tasik
Sambil malu-malu foto di dalam masjid yang sepi hehehe.


Si neng.. di Replika Menara Eifel, Tasikmalaya.



Hari sebelumnya... sebelum pergi ke Tasik kota, saya ditemani oleh bibi (panggilan untuk  tante) saya pergi ke Gunung Galunggung, karena rumah kami cukup dekat dengan Gunung Galunggung jadi ga butuh waktu lama untuk sampai ke sana. Di sana terdapat beberapa tempat rekreasi, dantaranya pemandian air panas alami, dan kawah gunung Galunggung. Biaya masuknya terjangkau hanya yang menjadi sedikit masalah adalah kendaraan untuk ke sana, kemarin kami menggunakan motor, 2 motor berboncengan, satu motor saudara dan satu motor bibi saya. Kata bibi saya, lebih enak jika berangkat pagi lalu naik sepeda atau jalan kaki ke kawahnya tapi sebelumnya naik angkot dahulu. namun karena bibi saya harus melakukan hal lainnya dulu seperti bersehin rumah, siapin keperluan suaminya dan anakanya jadi lah kita naik motor yang lebih cepat sampai. Oiyaa... saya pergi dengan satu sepupu laki-laki saya yang seumuran dengan saya, satu sepupu yang masih kecil.. satu temen sepupu saya.

Pemandangan di atas Gunung Galunggung begitu indah, perjalanan menuju atas kita harus melewati 510 anak tangga, terdapat dua jalur tangga, kita dapat memilih, kemarin saya memilih tangga yang jarak anak tangganya lumayan lebar, jadi lumayan capek. tapi lebih asri karena lebih sedikit pedagang makanan, dibanding dengan tangga satunya lagi.

Perjalanan menuju atas sungguh melelahkan, jika yang baru pertamakali mungkin akan menyerah, heheh tapi masa kamu segampang itu untuk menyerah? heheh
Pemandangan menuju atas begitu indah, jika beruntung burung garuda akan menampakan dirinyaa... seperti sedang mengawasi sekitar habitatnya, burung garuda terbang mengelilingi sekitar Gunung. Kemarin alhamdulillah saya melihat burung itu.. besar sekali...keren subhanallah... maha suci Allah.
Perjalanan dengan motor menuju anak tangga Kawah Galunggung

Bibi ku yang mirip Asma Nadia sedang bergaya.. hehe


Sudah mau sampai pemberhentian ke dua yeay..



Anak tangga yang sudah dilewati setelah setengah jalan menuju puncak, 
Aa Bagas.. kecil-kecil hebat bisa sampai ke atas ^_^

Bergaya sedikit, pemandangan diatas

Menggendong ransel bibi ku terlihat seperti sang petualang

Terlalu banyak pict yaa...  maksudnya untuk melukiskan betapa indah nya suasana diatas Gunung Galunggung, kebetulan saat itu sedang tidak musim liburan jadi lebih asri pemandangannya, banyak capung dan segar udaranya.

Beranjak dari petualang, banyak yang bisa dikunjungi di Tasikmalaya, yang mungkin saya sendiri belum tau, untuk makanan khas sama seperti daerah lain di sini terdapat, dodol, rangginang, tutuk oncom, tutut, yang berbeda apaa yaa... mungkin baksonya. Karena sudah terlalu panjang, dan sudah lumaya malam, sampai di sini dulu cerita tentang Tasiknyaa... masih banyak hal tentang Tasik,  salah satunya tentang tambang pasir.. nanti penulis akan cerita di lain sesi ... 
hehehe 


Wassalamu'alaikum.. ^_^




#H-1 bulan deadline skripsi





Selasa, 02 Februari 2016

Menulis, Cara Murah Dalam Berbagi

"Menulis adalah tradisi ulama yang dilupakan" -begitu kata sebuah artikel yang pernah saya baca

Catatan usang saat semester 3
Malam ini aku buka kembali catatan usang ku, berjudul "Management Accounting"  subjek salah satu matakuliah yang memiliki nilai 4 sks. Awalnya aku tidak yakin catatan itu masih ada, karena kemarin seingat ku sempat terfikir untuk membuangnya karena keadaan yang sudah lusuh dan berfikir mungkin tidak akan terpakai lagi. Ku buka lagi catatan usang ku ini bukan karena sebagai mahasiswa akhir aku ingin mengenang masa-masa indah saat awal semester lalu hehehe.... tapi, karena ada teman yang minta belajar bareng mengulang mata pelajaran ini.

Sebagai mahasiswa kegiatan mencatat seperti ini mungkin bukanlah hal penting lagi, berbeda saat masih di sekolah dasar yang masih diwajibkan untuk mencatat materi pelajaran, sebagian mahasiswa berfikir mencatat sudah tidak terlalu penting, karena berfikir semua telah tertera di buku, semua bisa dicari di Google, begitu fikiran sebagian mahasiswa, yang juga sempat aku praktekan disaat aku semester 6 lalu. Rasa genggsi saat mencatat sedangkan teman yang lain hanya mendengarkan Dosen, ditambah Dosen yang menerangkan begitu cepat, atau Dosen menerangkan hanya monoton yang ada di dalam slide yang dengan mudahnya mahasiswa mengkopi, membuat mahasiswa semakin merasa mencatat adalah hal yang tidak terlalu penting. 

Namun, seperti apa yang aku rasakan, hal ini membuat  aku kapok (jera), baru sangat terasa ketika membaca ulang sebuah materi dalam buku tanpa ada torehan catatan-catatan kecil disana, membuat aku kurang memahami materinya lagi,  seolah buku, fotokopi dan slide yang ada semuanya tidak bersuara, hanya ada kata asing yang sulit untuk dipahami. Menulis atau disini lebih ditekankan pada mencatat membuat kita lebih paham saat mengulang pelajaran, karena kita menggunakan bahasa kita sendiri, membuatnya terpatri dalam ingatan. Tiap goresan dan tanda tulisan seolah meninggalkan jejak-jejak dalam ingatan kita.

Merapikan catatan English
Catatan untuk diri ku:
Kurang lebih hampir bertahun-bertahun mempelajari suatu ilmu, haruslah diri ini sadar tidak semua orang memiliki kesempatan baik seperti ini yang bisa mengenyam pendidikan sampai tingkat Universitas, ilmu sebagai salah satu dari tiga amal yang tidak akan putus jika kelak Allah memangggil, namun sering diri ini lupa dalam berbaginya, kendala seperti keterbatasan waktu untuk menyampaikannya, ingatan yang tidak bisa menyimpan sepenuhnya tiap ilmu yang didapat membuat ilmu hanya sebatas sampai pada diri ini.

Menulis, cara murah dan mudah dalam berbagi harus selalu diterapkan untuk diri ini, Dengan menulis atau mencatat pelajaran berharap diri ini mampu berbagi hal kecil, meminjamkan catatan untuk orang yang memerlukan, sebagai contoh untuk teman yang mengulang untuk pelajaran tertentu, untuk adik kelas yang mengambil materi yang sama, atau bahkan untuk orang yang memiliki keterbatasan biaya untuk mengambil materi yang sudah diri ini pelajari. Dan jika nanti catatannya sudah banyak mungkin bisa digunakan untuk bahan bacaan anak dan sanak saudara lainnya yang memerlukan. 


#Jakarta, 3 Februari 2015
after finished my English exam
still waiting for Thesis proposal

Selasa, 04 Agustus 2015

Belajar dari Tumbuhan

"Selama akar masih tertancap pada tanah, masih ada harapan untuk mengubah yang telah gugur menjadi subur kembali" Rundown Thought

Satu kalimat yang saya ambil dari pengalaman saya minggu-minggu terakhir ini.
Setiap orang yang saya kenal rata-rata memiliki hewan pelihara, entah itu kucing, anjing, kadal, atau reptil-reptil yang unik. Kebanyakan teman-teman saya menyukai kucing termasuk Miss Valiant, my teacher in EET. Bukan saya tidak menyukai hewan terutama kucing, saya suka mereka tapi tidak untuk dipelihara hehehe alasanya karena saya alergi terhadap debu, jika untuk menyetuh nya dan bermain-main sebentar tidak masalah mereka lucu dan menggemaskan.

Saya memiliki kesukaan sendiri yaitu merawat tumbuhan, teristimewa merawat bunga mungkin hal ini timbul karena dari kecil saat saya libur sekolah dasar dulu saya selalu pulang kampung dan diajari merawat bunga sama nenek saya (mamah iya, panggilan kesayangan untuk nenek ku), selain itu karena mamah saya juga memiliki beberapa tanaman obat di depan rumah. Tapi, semenjak kami pindah rumah ke belakang 3 bulan yang lalu... tanaman obat dan satu tanaman bunga Telang yang kami punya di depan rumah yang kami tinggali semua nya layu, daun-daunnya kering dan gugur.... sedih melihatnya. :'(

Daunnya memang gugur dan layu bahkan tidak ada tanda-tanda kehidupan lagi.. tanahnya kering, tapi saya dan mamah saya mencoba untuk merawatnya lagi, menyirami tiap pagi dan sore dan kebetulan itu disaat saya  lagi libur magang tepatnya saat seminggu menjelang hari raya Idul Fitri, tiap pagi dan sore kami telaten menyiraminya.. mengusap" daunnya yang kering, menggugurkan daun" yang coklat, memotong batang-batang yang kering.  Alhamdulillah selang 4 atau 5 hari mulai ada kehidupan mulai muncul pucuk-pucuk daun yang baru.. mungul pertama kali pucuk dari tanaman jeruk nipis dna yang paling lama tumbuh pucuk dari tanaman jambu biji :'(.
(gambarnya menyusul ya.. belum sempat foto-foto)

Sekarang semua tanaman yang kami miliki Alhamdulilah sudah subur kembali, bunga Telang telah berbunga dengan warna ungu nya yang cantik, tanaman jeruk nipis telah berbunga dengan warna putihnya, dan tanaman cecenet telah berbuah. Tapi karena sekarang saya pulang kadang terlalu malam jadi saya sepakati dengan adik saya, saya yang menyiramnya di pagi hari dan adik saya menyiram tanaman di sore hari.

Pelajaran yang kami dapat, mungkin kita sering berfikir sesuatu itu telah mati dan tidak bisa diubah menjadi lebih baik lagi, tapi coba berfikir dari kisah saya diatas masih ada harapan untuk berubah jadi lebih baik, jika tanaman itu dibaratkan hati, saya dan kita tentu masih ada harapan agar hati ini menjadi hidup dan peka kembali terhadap kebaikan disekeliling kita... selama jiwa masih di dalam raga kita (baca hidup) tentu masih ada harapan untuk menjadi lebih baik. InsyaAllah...


Semoga saya dan kalian semua getting better... Aamiin


*ditengah kekosongan sebagai anak magang

Belajar dari Adik

"To be a Good Sister"
as the oldest sister that have one sister, i always write one of my hope... i hope i am to be a good sister

Salah satu hal yang saya tulis ketika mengingat kembali hal-hal dalam hidup saya, pasti selalu ada tempat untuk menulis "to be a good sister". Memiliki satu adik perempuan yang beranjak remaja itu sulit, mereka pasti mengikuti gaya dan sikap kita, ketika sikap kita awalnya kurang baik lalu menjadi baik, dan adik kita mengikuti sikap yang kurang baiknya, lalu kita mencoba mengingatkan kadang adik mencari alasan dengan dalih "kan teteh juga gitu".
Seketika mungkin saat kita berada dalam keadaan yang kurang baik kita akan marah pada adik kita, tapi sadarkah kita.. itu seperti teguran untuk kita bahwa mungkin banyak orang disekitar kita yang tanpa sadar banyak memperhatikan kita dan tanpa sadar juga mengikuti sikap kita. Kalau yang ditiru itu sikap baik nya tentu tidak masalah, tapi bagaimana kalao yang ditiru itu adalah salah satu sikap buruk kita, yang kita sendiri malu menegur orang/adik kita yang melakukan sikap kurang baik karena kita juga pernah melakukannya.

Begitulah kita sebagai manusia, sebenarnya banyak yang bisa  saya dan kita pelajari dari lingkungan kita kalau kita mau  mencoba untuk berfikir. Seperti kisah adik saya di atas ibarat "apa yang kita tanam akan kita petik" apa yang pernah kita lakukan suatu saat akan kita rasakan.

Kisah diatas lah yang membuat saya belajar dan selalu mengingat untuk menjadi kaka atau "teteh" (panggilan dari adik saya) yang baik, agar bisa menjadi contoh untuk kehidupannya. Bukan langsung contoh dalam hal besar tapi dimulai dari yang kecil-kecil sehingga menumbuhkan dan terciptanya ahlak yang baik. insyaAllah ^_^



#hamasah
#jia you
#tobeagoodsister



*disela waktu istirahat sebagai anak magang


Sabtu, 18 Juli 2015

In The Process to be Mahasiswa Akhir

"Semua tempat bisa menjadi tempat belajar untuk kita" a random thought

3 tahun sudah berlalu
tepat nya sudah 6 semester berakhir alhamdulillah dengan baik..
menjadi mahasiswa yang memasuki semster 7 banyak keinginan yang ingin aku dapat sebelum lulus.

Diakhir semster genap ini , aku dan teman-teman mendapatkan liburan hampir 3 bulan
waw.. tentu menyenangkan bagi kita semua mahasiswa yang berkuliah disini.
tidak sedikit teman-teman ku yang memutuskan untuk balik ke kampung halaman
karena rasa rindu mereka untuk bertemu dengan sanak keluarga.

Allah telah banyak memberi aku kesempatan merasakan semua hal di semster ini, cinta, kasih sayang, perjuangan, pertemenan, kegalauan, keikhlasan, pengertian, persahabatan..
yang ingin aku ceritakan kali ini tentu tentang kebahagian, bukan berarti aku tidak merasakan kesulitan tapi, aku lebih ingin berbagi kebahagiaan.

Semster 6 lalu di mulai dari keluarnya aku dari rumah sakit karena kecapean habis pulang dari Kampung Inggris hehehe... cape tapi seru. Banyak yang aku dapat dari perjalanan ku lalu..banyak sekali, niat awal ku selain untuk belajar English aku juga ingin mempelajari kehidupan disana dan kehidupan adik kk kelas ku yang ikut di perjalanan ini. Hidup jauh dari orang tua saat itu membuat aku rindu orang tua ku, aku belajar banyak dari kesederhanaan kk kelas ku dan adiknya, apalagi perjuangan kk kelas ku yang benar-benar belum pernah aku bertemu dengan orang seperti nya.
Aku belajar banyak dari nya dan adiknya, bukan saat sudah sampai di Kediri tapi dari awal ketemu di stasiun aku sudah dapat banyak pelajaran yang tanpa mereka sadar telah memberi ku pelajaran.
Kk kelas ku mengajar kan hal berjuang mencapai mimpi, beliau sangat tekun orang nya, semangatnya menular kepada ku. insyaAllah membuat ku berfikir segala hal pasti mungkin jika ada usaha dan doa.

Lalu awal semster 6 aku bertemu teman-teman ku lagi yang dulu di semster 5, maklum lah.. peminatan yang aku pilih hanya punya peminat sedikit. bertemu dengan Nurul Lita, Yeni, Merry, Sagita, Suci, Aulia, Kornelius, Tiara, Mijane, Desty, Putri, masih banyak lagi. Tapi aku tidak dekat dengan semua nya.. aku hanya dekat dan sering bergaul dengan Nurul Lita, Yeni dan Merry. Hampir setiap pembentukan kelompok aku selalu bersama mereka. di Semester ini aku kehilangan satu teman ku bernama Eva.. dia ilang tanpa kabar. aku rindu kamu eva . Wo Hen Xiang ni.

Untuk kegiatan di luar pelajaran kuliah, aku mendapatkan pelajaran baru di UKM MT Al-Khawarizmi yaitu kelas desaign dan BBQ (Belajar Baca Qur'an), asik banget rasannyaaaa... bisa dapat ilmu lebih tentang Qur'an. tapi sayang untuk kelas desaign aku hanya bisa hadir satu dua kali karena, jadwalnya bertabrakan dengan jadwal ku lainnya. Lalu di UKM Tax Centre Volunteer, kami memiliki beberapa Acara yang berjalan di Semster 6 yaitu Seminar, Responsi, dan Kampanye penggunaan E-filling.

Kegiatan di luar kuliah dan UKM, alhamdulillah aku bisa mendaftar Brevet untuk jadwal Minggu full dan aku bisa meneruskan untuk les english ku di EET, banyak yang aku dapat dari itu semua bukan hanya  pelajaran dan pengetahuan baru tentang english dan perpajakan tapi juga tentang link di brevet aku bertemu banyak orang yang tidak hanya seumur dengan ku tapi orang-orang yang sudah memiiliki pekerjaan bahkan punya kedudukan penting di tempat kerjaannya, aku juga dpat  banyak motivasi dari Miss English ku.

Diluar itu semua tidak disangka aku dapat berkah yang lebih besar.. membuat ku bahagia walau belum bisa terwujud untuk sekarang. tapi sekarang waktu belum sempurna.

Diakhir Semster 6 aku sibuk mencari Internship untuk program Internship ku di Semster 7 membuat ku galau dan ga bisa tidur, apply kebanyak tempat di media online tapi belum juga dapat balasan untuk proses selanjutnya. Lalu balasan pertama aku dapat dari sebuah perusahan ternama tapi sayang niat ku mencari Internship untuk September sedangkan perusahaan tersebut menginginkan di mulai dari bulan Juli... uhhh membuat ku tambah galau saat itu.
Lama tak ada kabar lagi.. aku coba apply lagi ke perusahaan lainnya, Alhamdulillah.... aku mendapatkannya di Sebuah Perusahaan International yang bergerak di Pertambangan Batu Bara namanya "LG International", Puji syukur ku kepada Allah saat aku merasa pasrah Allah memberi nya untuk ku.
Oiya, sekarang tepat sudah tiga minggu aku bekerja disana, aku bekerja untuk waktu 3 bulan mengisi libur panjang ku, alasan aku memilih perusahaan ini walau belum tentu bisa aku gunakan untuk program Internship di Semster 7 karena, keputusan bisa ga nya untuk semster 7 akan dikabarkan di akhir July nanti, tapi aku senang bisa dapat banyak ilmu disini, aku bisa belajar English dengan cara mendengarkan hehehe.,..
maklum lah disini banyak orang korea, mereka berbicara dengan english. Aku juga bisa menerapkan ilmu perpajakan ku karna bisa dibimbing langsung oleh atasan ku yang baik.. namanya Pak Petrus, beliau jago sekali soal pajak, orang nya ramah dan baik, dan juga alhamdulillah aku bisa dapat uang jajan yang lumayan besar untuk ukuran anak magang. alhamdulillah... selain dari itu semua, disini aku bebas memakai hijab syar'i, mereka tidak melarang saya, untuk urusan ibadah pun sudah disediakan mushola yang bersih dan layak walau ukuran mushola kecil tapi nyaman untuk beribadah. ^_^

source pict: koleksi pribadi


foto saat perpisahan Bu Mel
dari atas kanan, Mr. Byun, saya, Pak Petrus, Mr. Choi Min, Kak, Kak Sherli, Kak Nila, Kak Siska, Bu Mel, Kak wiwi


Benar dulu kata Miss Austin (Miss di Kampung Inggris).. tulis lah sebanyak mungkin cita-cita mu dikertas. tulis sebanyak mungkin karna biasanya 30 % yang kamu tulis akan terwujud, alhamdulillah

Sekarang aku sedang otw menuju mahasiswa akhir... alhamdulillah sebentar lagi semester 7 akan datang, tiap kali aku melangkahkan kaki di setiap aktivitas dan keputusan ku selalu ada rasa deg-deg an, takut, tegang tapi semakin dijalani jika semua masih mengingat Allah, aku selalu yakin jika apa yang kita rencanakan dengan baik dan sudah dengan doa namun belum terwujud, maka itulah yang terbaik. insyaAllah.

Alhamdulillah.. untuk semuanya Ya Allah,
Terima Kasih untuk teman-teman ku, sahabat ku, adik kaka kelas ku..
dan terima kasih untuk kk kelas ku.

Bismillah.. :')
InsyaAllah Allah selalu meridhoi.



Happy Ied Mubarrak 2015

Allahu Akbar Allahu Akbar.... Allahu Akbar...
Lailahaillahuallah hu Allahu Akbar
Allahu Akbar. walilla ilham.

Taqabballahu Minna wa Minkum, Shiyamana wa Shiyamakum wa Ahalahullahu 'Alaik
Semoga Allah menerima amalan dari kamu dan dari mu, juga diterima-Nya puasa ku dan puasa mu sekalian, serta smeoga Allah menyempurnakannya. Aamiin


Maha Besar Allah... telah memberi aku dan kalian semua waktu untuk merasakan kembali nikmatnya pusa dan lebaran ditahun ini.

Ya Allah betapa besar nikmat Mu untuk kami. bimbinglah kami selalu di jalan Mu. Aamiin.

Minggu, 21 Juni 2015

Cara ku Memaksimalkan Status Mahasiswa Ku

Assalamualaikum Warrahmatullahi Wabarokatu.

Ahlan wa Sahlan Ramadhan
Ramadhan telah tiba, bukan berarti setiap aktifitas menjadi terhambat.
sebagai seorang "Maha" Siswa yang diwajibkan mandiri dalam segala hal, baik harus balance antara waktu untuk keluarga, pencari ilmu, dan pencari Ridho Allah.#katamamah begitu
walau dikejar setumpuk banyaknya tugas di akhir semster ini yang alhamdulillah semua sudah selesai dengan baik, tetap harus bantu pekerjaan rumah,*maklum anak perempuan hehehe

Sadar akan diri yang kadang merasa lelah, kadang ada rasa malas belajar. ada rasa jenuh... semua bisa dialihkan dengan ikut kegiatan lain di luar kelas...
kegiatan nyaa apalagi kalo bukan di UKM tercinta...
2 UKM ku yang beri ku banyak ilmu.

1. MT AL-Khawarizmi Binus University

acara di akhir minggu ini, di awal bulan Ramadhan aku dan teman-teman MT lagi asik-asiknya berbagi nikmat berbuka di kampus... nyediain free ta'jil untuk buka puasa dan juga shalat teraweh bareng... semua sudah disediakan untuk civitas muslim yang di Binus.
itu hanya sebagian kecil dari kegiatan MT dibulan Ramadhan ini... masih banyak lagi, nanti selebihnya akan aku ceritakan juga di sini, untuk pengingat apa-apa saja yang telah aku lalui.


2. Tax Center Volunteer
UKM khusus untuk anak akuntansi yang punya minat lebih pada pajak
di minggu ini, tepatnya kemarin hari Sabtu tanggal 20 Juni 2015, aku dan teman-teman TCV lainnya mengikuti acara sosilisasi UU Perpajakan terbaru 2015, UU Perpajakannya menyangkut KUP, PPH, PPN dan PPNBM 

Ada satu nih.. yang mungkin bisa di manfaatkan bagi perusahaan yang memiliki sanksi administrasi bunga dengan jumlah besar, bisa menggunakan PMK NO.29/PMK.03/2015 ttg penghapusan Sanksi Administrasi bunga yang terbit berdasarkan pasal 19 ayat (1) UU No. 6 thn 1983 ttg KUP sbagaimana telah di ubah terakhir dengan UU No. 16 thun 2009.

ayoo mungkin ada yang orang tuanya kerja di perushaan bisa dimanfaatkan UU Perpajakan terbaru, banyak fasilitas yang diberikan loh..
tapi jangan lupa fasilitas pengampunan sanksi diatas berlaku hanya sampai 31 Desember 2015.(sunset policy).
dokumentasi saat Sosialisasi UU Perpajakan terbaru 2015


                                                Sosialisasi UU Perpajakan terbaru 2015, Kijang Campus Binus University 2015


karena bertanya dapat free buku ini deh.. ^_^


lebih lengkapnya tentang apa-apa saja peraturan pajak terbaru di thun 2015 ini, bagi yang membutuhkan silahkan kirim email aja.

Syukron....sekian...

Wassalamualaikum Warrahmatullahi Wabarokatu 

Kamis, 09 April 2015

My adventure in Kampung Ingggris

"bahasa adalah alat komunikasi efektif yang mampu membuka banyak hal pengetahuan tentang suatu tempat"

Especially english, bahasa Inggris adalah bahasa yang paling penting di zaman sekarang ini, mulai dari melamar kerja, baca artikel, belajar di perguruan tinggi semua menggunakan bahasa inggris, walau ga 100 persen diterapkan namum keterbatasan dalam bahasa inggris ini membawa hambatan banget apalagi bagi mahasiswa yang di "suapin" terus bahasa inggris.

Kemampuan lebih dalam bahasa inggris membawa nilai plus tersendiri bagi orang tersebut, menyambut Masyarakat Ekonomi Asia bahasa inggris lah yang digunakan sebagai pelancar hubungan antar negara, oleh karena itu.. saya sendiri mencoba melihaikan bahasa inggris saya... hehehe
searching di google, bertanya kepada senior di kampus, ke teman, untuk cari tempat yang pas belajar bahasa inggris, akhirnya ketemu juga tempat yang pas. dua tempat ^_^ asik

Pertama kursus dekat kampus sendiri di EETcourse, Jakarta dan kedua di kampung Inggris Pare, Kediri. Tentu saya memilih yang dekat kampus. selang belajar selama 2 bulan lebih, tidak disangka ada kaka kelas yang mengajak saya untuk belajar english di Kampung Inggris... waw kesempatan banget
Memang semenjak les di EET course rasa ingin bisa english saya jadi lebih bertambah, mungkin karena tutor nya enak banget ngajar nya. *ini nanti yaa saya ceritain di sesi lain

Nah.... tentu ga nolak. akhir nya kami (saya, kk kelas, dan adik nya) berangkat ke kampung Inggris. dengan kereta.
 
                                                            pemandangan di dalam kereta, tanpa di edit

Berangkat jam berapa yaaa.... saya lupa, tapi kita sampai di kediri jam 5 subuh, sesampai nya disana ternyata menuju ke Pare nya sendiri itu masih jauh.... 
Kami harus naik becak ke tempat angkot mangkal, biayanya 40rb untuk 2 beca. lalu kami lanjut lagi naik angkot biaya angkot 25rb/orang sampai tepat di camp yang sebelumnya kami telah pesan melalui kaka kelas kami yang sudah berada duluan di kampung inggris.

Sesampainya disana kami registrasi untuk camp, camp yang kami tempati namanya "Cherry" camp pemiliknya bernama Mrs. Austin.
Biaya registrasi awal 100rb lalu untuk 2 minggu nya 250rb, kami memang berencana di Kampung Inggris hanya 2 minggu, kalo untuk biaya sebulanya 350rb.

potret halaman depan camp perempuan

Camp di sini asik... perempuan dan laki-laki dipisah camp nya, untuk perempuan suasana campnya lebih bersih dibanding laki-laki.
Seharian setelah sampai kami istrahat dan menyesuaikan diri dengan lingkungan baru, saya dan teman saya yang perempuan ditempatkan di beda kamar, karena alasanya agar kita bisa berbaur dengan yang lain, sedangkan kaka kelas saya di camp lelaki, berada di belakang camp perempuan.

Hari berikutnya.. kami sibuk mencari tempat les di luar camp, walau di dalam camp sudah satu paket dengan kelas kursusnya juga yaitu 3x sehari, tapi kami penasaran ingin mencoba kelas lain di luar camp, seperti kebanyakan penghuni lain yang juga banyak mengambil kelas kursus di luar camp. Sebelum berangkat mencari tempat les, kami menyewa sepeda dahulu, biayanya 50rb untuk 2 minggu kata teman-teman camp yang lain ini harga lumayan mahal, mungkin karena saya menyewa yang boncengan.
setelah itu kami bertiga ditambah satu kaka kelas saya yang cantik.. heheh kak Nela mengantar kami mengumpulkan brosur les di setiap tempat camp.

Perjalanan panjang dengan sepedah, suasana desa sangat terasa
                                          

Suasana setelah pengumpulan brosur, kami sibuk mempertimbangkan les-an mana yang sesuai dengan minat kami
                
Finally, kami memutuskan mengambil kelas grammar for speaking in Elfast dan kaka kelas saya yang lelaki mengambil kursus di Elfast juga tapi beda kelas dengan kami (saya dan teman saya), waktu itu biaya lesnya 130.000 untuk 2 minggu, sehari 2 kali pertemuan.

Pas lagi disana, kami ga mau buang waktu gitu aja, kami putuskan juga wisata kuliner. oiya... untuk makan sehari-hari disini cukup murah, kalo dibandingkan dengan Jakarta malah murah banget... bisa-bisa kalo lama di Kampung Inggris pas balik ke Jakarta lagi semua yang di Jakarta dianggap mahal banget.

Di depan camp kami ada warung makan, namanya "Lamtana", memiliki desaign warung yang unik.

Daftar menu di Lamtana-nasi nya banyak banget








Dekor Warung Lamtana

Di sini memang kita bisa hemat banget, Air galon sudah ada di Cherry camp, baju jika malas mencuci sendiri bisa di laundry, tapi karena tempat camp perempuan Cherry yang enak, akses air, kamar mandi... rasanya kalo mencuci sendiri pun tidak menjadi beban.

Berikut daftar menu yang pernah kami makan di Pare, sebenarnya masih banyak lagi... tapi biar kalian rasakan dan temukan sendiri kulinernya. hehehhe

               Nasi Pecel Bude Rp 5.000 dekat Camp Cherry menuju tempat Les Dafodil
                                             



         Singkong Keju Rp.6000-7.000 banyak banget. dekat Flazz jalan besar 
                                                          
 Nasi Goreng Jamur Rp.8000 dekat jalan besar 
                                                               
                                                        Ketan Susu Rp 2.500 melewati tempat kursus Dafodil
   Mie jawa dan Nasi Goreng Sosis berlevel , sebrang les an Elfast- Kantin Impian. *kalo ga salah namanya
                                   



                                                                                      Kantin Impian - depan les an Elfast


Heheh... karena saya suka petualangan dan juga sedikit suka tantangan dan kebetulan teman sekamar saya, kak putri mengajak saya ke kota kediri nya karena dia ada kebutuhan yang ingin dibeli, so saya pergi bersama kak Putri menggunakan motor minjam teman cowo di camp.
dia mengajak saya ke GUMUH, simpang lima kediri.

                                                                            
Seharusnya susananya seperti di Makkah tapi karena banyak orang jadi kurang terlihat suasanya.. ehhehe

Rencana kami memang 2 minggu, tapi karna ada sesuatu yang urgent akhirnya kami hanya bisa smpai hari ke 10. kami pulang dengan naik bus, tanpa mengikuti tes akhir di lesan.
berikut perpisahan saya, teman saya(Amel) dengan teman-teman di tempat kursus bersama Mrs Pipi yang lucu dan ceria.


Kami pulang ke jakarta naik Bus biasa, jadi kami di pindah-pindah Bus 2x kami ganti Bus, memang lebih enak naik kereta dibanding Bus, tapi saya juga dapat cerita dari teman saya naik Bus itu enak tapi yang ekskutif, dapat makan dan ada toilet, beda dari Bus yang kami tumpangi.

Overall... semua ini sangat banyak bawa manfaat untuk kami bertiga, khususnya saya, terlepas sejenak dari kehidupan di Jakarta kesuntukan kuliah dan hiruk pikuk segala keadaan di Jakarta, dari Kampung Inggris seolah menemukan para pemuda-pemudi yang masih semangat untuk belajar, Suasana aura semangatnya sangat terasa disana, semua berlatih bahasa Inggris, hidup mandiri bangun pukul setengah 5 pagi memulai kelas di Camp jam 5.30, mencuci baju sendiri, mengayuh sepeda di terik suasana Kediri yang panas, bertemu dengan banyak orang dari latar belakang berbeda dengan problem berbeda dengan satu tujan dengan kami yaitu memperlancar bahasa Inggris.

Kampung Inggris, Pare, Kediri..... Semangat pelajarnyalah yang susah di lupa hati ini. ^_^




Senin, 01 Desember 2014

Bisa Karena terbiasa

Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatu ^_^'

"Bisa karena terbiasa" , ini postingan saya yang pertama kali di blog ini.. hehe
awal mulanya pembuatan blog ini karena mau coba hal baru,, sekalian mencoba belajar menulis dan menyusun kata yang baik, maklum saja banyak teman-teman yang berkata..ucapan saya susah di mengerti.. huhuhu...
dan kadang pun saya susah untuk mengungkapkan apa yang mau disampaikan , so jadi capek sendiri deh.

seperti judul diatas "Bisa karna terbiasa", saya berharap semoga karena TERBIASA menulis nanti..keahlian saya dalam komunikasi BISA menjadi lebih baik dari sebelumnya...dan juga semoga bisa jadi penulis beneran suatu saat nanti. hehehe aamiin
oiya.. dan smoga juga membawa manfaat bagi yang membaca yaa.

'Bisa karena Terbiasa" tentu hal tersebut tidak semudah seperti kita mengucapkannya, namun ingat !!! ga juga sulit untuk dilakukan loh... asal ada niat.. InsyaAllah.. pasti Bisa.

seperti pengalaman saya, ingin mulai membuat blog ini saja rasanya ketunda-tunda terus, baru saat ini sempat untuk membuatnya. Memang perlu proses untuk bisa, tapi hal itu tidak akan menjadi bisa, kalau memulai saja kita belum pernah.
coba... mulai lah. lakukan dari hal terkecil, buat langkah langkah kecil untuk nantinya menjadikan sesuatu itu besar.

"Hambatan yang terbesar adalah saat benda mulai bergerak" Newton

ingat selalu hal itu, untuk melakukan sesuatu yang baru memang banyak halangan apalagi di tambah niat yang belum kuat, tapi harus kita lebih Ingat.... apa tujuan kita.
coba lah sesuatu yang baik ^_^. cobalah mulai... salah tidak mengapa... karena itu semua proses.

seperti kisah Nabi Muhammad yang diberi wahyu Al-Quran... malaikat Jibril memperintahkan Beliau untuk COBA membaca Al-Quran... sampai tiga kali...  Iqra(baca) Iqra(baca) Iqra(baca)

tak mengapa salah...karna ini awal, semua butuh proses.. Percayalah.. ala Bisa karena Terbiasa tidak akan pernah ada tanpa kita tidak pernah mau mencoba untuk mulai.


^_^ semogaa awal dari tulisan saya ini, bisa menjadi pengingat sendiri untuk diri saya dan untuk kita semua.. agar berani mencoba segala sesuatu kebaikan.

seperti kata teman kuliah saya:
"mumpung masih muda.. selama itu kebaikan.. ga ada kata terlambat untuk mencoba"


Wassalammualaikum  ^_^'