Cari Blog Ini

Tampilkan postingan dengan label Puisi hati. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi hati. Tampilkan semua postingan

Jumat, 02 Maret 2018

Embun Pagi, Aku Masih Mengingat Mu

Embun pagi,
aku  masih mengingat mu
yang menemani ku sebelum cahaya
seperti yang tetulis dalam sebuah lirik lagu Letto "Sebelum Cahaya"
Ingatkah engkau kepada embun pagi bersahaja
yang menemanimu sebelum cahaya

Sering kita tidak sadar telah melupakan sesuatu yang telah menemani kita sebelum kita mencapai kesuksesan kita atau impian kita,
orang orang yang menjadi embun pagi, yang ada disamping kita dalam proses kita mencapai sesuatu yang kita inginkan.

Embun pagi, biasanya berasal dari orang-orang yang biasa saja, yang lebih dulu mempercayai kita bahkan sebelum diri kita mempercayai diri kita sendiri.
Orang yang terlihat biasa diluar, tapi punya jiwa yang spesial.


teruntuk teman-teman ku, sahabatku, keluarga ku, adik ku, suami ku, dan orang orang yang pernah menemani ku dan menemaniku sampai saat ini.


Senin, 29 Mei 2017

Penyou Bie Ku 朋友别哭 - Teman Jangan Menangis

Layangan Terbang Tinggi
Arti lirik dari sebuah lagu yang dinyanyikan oleh Gelandangan dalam ajang pencarian bakat di China, memiliki arti mendalam.
Adakah suatu Jendela
Yang bisa membuat mu tak putus asa
Lihatlah dunia yang penuh warna ini
Sebenarnya seperti sebuah mimpi

Ada orang menangis
Ada yang tertawa
Ada yang kalah
Ada yang menua
Pada akhirnya bukankah sama saja

Adakah suatu cinta
Yang bisa membuat mu tak terluka
Beberapa tahun ini menumpuk kepercayaan terhadapmu
Mabuk apa yang tak bisa disadarkan
Sakit apa yang tak bisa dilupakan
Melangkah ke depan
Jangan memandang ke belakang
Teman jangan menangis
Harus percaya pada jalan sendiri



Berikut Link di youtubenya

Rabu, 28 Desember 2016

Puisi Terakhir WS Rendra

Si Burung Merak
Source Picture by Google.com


-Beliau menulis puisi ini sesaat sebelum wafat-


Hidup itu seperti uap, yang sebentar saja kelihatan... lalu lenyap !
Ketika orang memuji miliku.. aku berkata bahwa ini hanya titipan saja
bahwa mobilku adalah titipan-Nya
bahwa rumahku adalah titipan-Nya
bahwa hartaku adalah titipan-Nya
bahwa putra-putriku hanyalah titipan-Nya

Tapi mengapa aku tidak pernah bertanya mengapa Dia menitipkannya padaku?
untuk apa Dia menitipkan semuanya kepadaku?
Dan kalau bukan miliku, apa yang harus aku lakukan untuk milik-Nya ini?
Mengapa justru terasa berat, ketika titipan itu diminta kembali oleh-Nya?

Malahan ketika diminta kembali,
ku sebut itu musibah
kusebut itu ujian
ku sebut itu petaka
ku sebut itu apa saja untuk melukiskan bahwa semua itu adalah derita

Ketika aku berdoa,
ku minta titipan yang cocok dengan kebutuhan duniawi
aku ingin lebih banyak harta
aku ingin lebih banyak mobil
aku ingin lebih banyak rumah
aku ingin lebih banyak popularitas

Dan... ku tolak sakit
ku tolak kemiskinan
Seolah semua derita adalah hukuman bagiku
Seolah keadilan dan kasih-Nya
harus berjalan seperti penyelesaian matematika dan sesuai kehendakku

Aku rajin ibadah,
maka selayaknyalah derita itu menjauh dariku,
dan nikmat dunia seharusnya kerap menghampiriku

Betapa curangnya aku,
ku perlakukan Dia seolah mitra dagang ku
dan bukan kekasih !

ku minta Dia membalas perlakuan baikku
dan menolak keputusan-Nya yang tidak sesuai dengan keinginan ku


Duh... ALLAH....
Padahal setiap hari ku ucapkan hidup dan matiku hanyalah untuk-Mu ya Allah


Ampuni aku Ya ALLAH..

Mulai hari ini,
ajari aku agar menjadi pribadi yang selalu bersyukur dalam setiap keadaan,
dan menjadi bijaksana mau menuruti kehendak-Mu saja Ya ALLAH

Sebab aku yakin..
Engkau akan memberikan anugerah dalam hidupku
kehedak-Mu adalah yang terbaik bagiku

Ketika aku ingin hidup kaya...
aku lupa, bahwa hidup itu sendiri adalah sebuah kekayaan
Ketika aku berat untuk memberi...
aku lupa, bahwa semua yang aku miliki juga adalah pemberian
Ketika kau ingi jadi yang terkuat...
aku lupa, bahwa dalam keadaan lemah Dia memberikan aku kekuatan
Ketika aku takut rugi...
aku lupa, bahwa hidupku adalah sebuah keberuntungan kerana anugerah-Nya

Ternyata hidup ini sangat indah, ketika selalu bersyukur kepada-Nya

Bukan Karena hari ini Indah kita Bahagia
tetapi, karena kita bahagia, maka hari ini indah
Bukan karena tak ada rintangan kita menjadi optimis
tetapi karena kita optimis, rintangan akan menjadi tidak terasa
Bukan karena mudah kita yakin bisa
tetapi karena kita yakin bisa, semuanya menjadi mudah
Bukan karena semua baik kita tersenyum
tetapi karena kita tersenyum, maka semua menjadi baik

Tak ada hari yang menyulitkan kita,
kecuali kita sendiri yang membuat sulit

Bila kita tidak dapat menjadi jalan besar, 
cukuplah menjadi jalan setapak yang dapat dilalui orang
Bila kita tidak dapat menjadi matahari,
cukuplah menjadi lentera yang dapat menerangi sekeliling kita
Bila kita tidak dapat berbuat sesuatu untuk seseorang, 
maka berdoalah untuk kebaikan





PS:
Teruntuk diriku intropeksi diri di akhir tahun☺
Repost from bapak Prima Sudrajat (Kaka kelas ku di SMA N 4 Jakarta)

Minggu, 19 Juni 2016

Aku Tersesat.

Malam ini langit terbentang luas sejauh mata memandang
di balkon depan kamar ku, ku tatapi gelapnya langit diiringi semilir angin
hati ku telah pergi.. jauh sejauh matahari meninggalkan bumi malam ini, membuat gelap langit, menyisakan malam untuk dinikmati. Gelisah tentang apa yang akan terjadi esok.. terlalu sering menghampiri hati, bahkan sampai menutupi apa yang telah ada di depan diri.
Hati ku pergi... entah kemana arahnya, nikmat sudah begitu banyak yang aku rasakan... kebahagian, kepedulian orang sekitar, canda tawa sahabat, orang tua yang baik, bahkan seseorang yang sholeh yang sempat mengutarakan cintanya, itu aku rasakan.
Hati ku pergi... membawa segenap asa dalam jiwa.. seolah kaku tak bergeming.. tak merasa atas semua yang telah Ia beri untuk ku... oh Allah... maafkan hamba Mu yang lemah ini, terlalu kerdil hati ini.. membawa masa lalu yang selalu menjadi hantu memburu fikiran, harapan ku.. keinginan, rencana ku,,, kegagalan ku.. kesalahan terbesar ku.. mengahancurkan diri ku, berlebihan kah aku merasa seperti ini... ? harus seperti apa aku.. harus kemana aku... bagaimana cara aku tetap yakin..
Hati ku pergi.. berusaha mengintip takdir, waktu seolah terus mengejar ku... tekanan diri membuat ku ingin berencana lebih.. kembali kepada tujuan awal ku... oh.. tapi, kesalahan terbesar ku menghalangi ku... aku tersesat.


Puisi
by novel Tersesat.
-dn-

Jumat, 08 April 2016

Bicara Soal Cinta

Cinta..satu kata penuh makna
tidak cukup waktu ini membahas satu  kataa..  yaitu cinta
dalam Islam cinta adalah suatu fitrah, kecenderungan hati. Perasaan yang bisa mengubah banyak hal,
berkata tentang cinta lebih bicara tentang alasan yang membuat kita ingin melakukan hal-hal yang tidak biasa orang lain (orang yang tidak jatuh cinta/orang yang sedang tidak merasakan cinta) lakukan, berbeda jika banyak orang mengatakan cinta itu adalah hal yang menyakitkan, karena dalam hal ini yang menyakitkan sebenarnya bukanlah cinta, tapi rasa kecewa akan harapan yang tidak sesuai dengan keinginan.


Bicara tentang cinta.. sudah termasuk di dalamnya bicara soal keikhlasan dan pengorbanan. Keikhlasan dan pengorbanan dua hal yang tidak bisa dipisahkan dalam cinta, mencakup beberapa hal diantaranya perasaan menerima kekurangan orang yang dicintai, memaafkan kesalahan orang yang dicintai, tulus dalam membersamaainnya, senang/ridho terhadapnya dan lain-lain yang menjadi alasan atas tindakan seseorang. Contoh nyata yang kita rasakan adalah cinta kedua orang tua kita terhadap kita.


Cinta tidak sesempit perasaan istimewa kepada lawan jenis, baik istri kepada suami ataupun sebaliknya, tapi cinta perasaan istimewa kepada apapun seperti yang telah dijabarkan di atas lebih kepada sebuah "alasan" suatu tindakan.
Seperti yang tertera dalam Qur'an


“Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik”. (Ali Imron:14)


Kecintaan seorang manusia terhadap sesuatu... sebatas waktu membersamainya di dunia, sebatas hati bisa menahan rindu dalam doa, sebatas sakit yang tertahan oleh harapan, namun jika sudah tidak ada batas itulah keikhlasan pengorbanan cinta.. berharap hanya kepada Allah, Tuhan yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Seperti cinta-Nya kepada hambaNya yang tak pernah lelah Dia membuka pintu maaf untuk yang ingin bertaubat.



-dn-


Rabu, 27 Januari 2016

Waktu

Waktu setiap orang memilikinya
Berjumlah sama tiap harinya
Si miskin dan Si kaya memilikinya
Tanpa harus membeli, tanpa harus meminta

Allah memberi waktu sebagai modal
Modal untuk melakukan banyak hal
Yang ingin kita kerjakan
Yang ingin kita lakukan
Sampai yang ingin kita capai

Waktu melukiskan kenangan
Melukiskan sejarah, melukiskan pelajaran
Melukiskan Pengalaman
Menghapus kesedihan

Waktu membawa kita pada satu titik ke titik lainnya
Bisa membawa seseorang...
Membawa pada pengharapan
Atau pada penyesalan

Sesuatu yang jauh, yang tak jarang dirindukan
Sesuatu yang di depan, yang sering dinantikan

Waktu tak pernah menunggu 
Tak pernah bertanya 
Siap kah kita melihatnya terus bergulir
tanpa sesuatu hal yang bermakna terjadi

Seolah memiliki sifat lupa
Waktu selalu memberikan jumlah yang sama tiap harinya
Tanpa melihat kekhilafan lalu yang pernah kita perbuat 
Atas seizin Allah
Segala Puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam


#Jakarta, 27 Januari 2015
Menjelang Ujian Akhir Semester 7
Detik-detik menunggu pengumuman persetujuan proposal  skripsi S1
Mahasiswa Akuntansi, pecinta Pajak
To be good Wife, good sister, Lecturer
Keep Spirit, Never Give up
Bismillah ^_^


Minggu, 25 Oktober 2015

PERGI

Pergi..
Salah satu cara untuk menyelesaikan masalah tanpa kata
Bersikap seperti tak pernah ada apa-apa sebelum nya
Yang tak sedikit banyak meninggalkan pertanyaaan di dada


Pergi..
Tak sedikit orang yang pergi bukan karena rasa takut dan kekhawatiran nya
Tapi karena rasa sedih, pengharapan dan mungkin kekecewaannya
Berharap meninggalkan melupakan dan mendapat sesuatu yang lebih berharga katanya


Pergi..
Andai semudah itu pergi bisa menghapus semua
Andai semudah itu pergi bisa memperbarui segala
Andai semudah itu pergi bisa.....aahh

Pergi....

Jumat, 26 Juni 2015

Renungan untuk diri ku

hai diri ku..
sudah sejauh ini kita berjalan bersama...
hampir genap memasuki usia 20 ++
sudah saatnya merenungkan semua

diri ku...
banyak yang kita lalui bersama
suka duka, kegelapan dan berusaha kembali pada jalan yang seharusnya
melewati masa remaja , memasuki masa dewasa

diriku...
bantulah aku untuk slalu mengingat semua
mengingat betapa nikmatnya saat kita merasa berguna untuk sesama
mengingat betapa asiknya saat kita bisa membantu sekitar kita

diriku..
jika kau lelah.. istirahatlah
ingatkan aku untuk selalu bersikap adil kepada kita
istirahatlah.. namun jangan kita lama berbaring disana

diriku...
ingatlah masih banyak yang harus kita lewati bersama
masih banyak orang-orang yang berharap lebih akan kehadiran kita
masih banyak orang yang menanti kehadiran kita

diriku...
masih ingatkah kita pernah memiliki mimpi bersama?
bantulah aku untuk slalu mengingatnya
saat ego ingin kan aku untuk menyerah dari smuanya

diriku..
tetap lah tersenyum untuk semua
seperti Allah yang selalu tersenyum untuk kita
karena ingatlah diriku kita di dunia semata untuk beribadah kepada-Nya.

diriku...
jangan biarkan aku mengasihani kita








Minggu, 15 Februari 2015

dimana seharusnya di letakkan ?

Assalamualaikum warrahmatullohi wabarokatu..



"Cinta.. adalah anugrah yang Allah berikan kepada setiap insan di kehidupan ini, Ia adalah bagian dari sifat kemanusiaan kita yang menjadi sebuah nikmat dari Allah untuk Kita semua."

وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَوَدَّةً وَرَحْمَةً
dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang.”  Surat Ar-Rum (30) :21

Cinta terhadap lawan jenis itu bisa hadir melalui beragam kejadian yang tidak bisa kita sangka terjadinya, ada yang tumbuh karena seringnya pertemuan, namun sering juga jita dengar kisah cinta yang hadir semenjak pandangan pertama, tapi bukan itu persoalanya . yang jadi persoalan bagi kita sebagai seorang yang ingin berusaha teguh memegang ajaran agama Islam adalah, apa kemudian cinta itu disandarkan kepada Allah atau TidaK? dan bagaimana membedakaan nya?

Ini lah awal dari penulisan saya kali ini, dimana seharusnya di letakan?

jika cinta yang terjadi diantara dua orang yang sudah tepat waktu nya mungkin tidak menjadi persoalan, karena merekaa bisa langsungkan pernikahan secepatnya. 

"Tidak ada yang bisa dilihat(lebih indah oleh) orang-orang yang saling mencintai seperti hal nya sebuah pernikahan" 
(HR. Ibnu Majah, Shohih)

tapi bagaimana jika perasaan yang timbul disaat ada satu pihak atau malah kedua pihak yang sudah memiliki perasaan berada dalam waktu yang belum tepat.

pasti sungguh banyak godaan, ketika kedua pihak itu saling mengetahui perasaan mereka masing-masing dalam waktu yang belum tepat, ada rasa ingin bersama tapi sadar akan prinsip agama yang di pegang. dalam Islam tidak ada yang namanya pacaran, ataupun pacaran Islami.

karena ingat lah satu hal... Islam melarang kita mendekati zinah, memang pacaran tidka selamanya ber zina, tapi sadarkah kita kalau semua zina berasal dari adanya hubungan pacaran??

sebagai seorang yang beriman kita tahu percis setan pasti akan menggoda dari segala arah, kita tidak boleh lengah. 
tsebagai seorang muslimah kita harus tahu cara bertingkah karena ingatlah sering kurang nya menjaga tingkah kita saat berhadapan dengan lawan jenis dapat memunculkan fitnah, yang pastinya merugikan  kedua pihak.

"Tidaklah aku tinggalkan sesudahku suatu fitnah/ cobaan yang lebih membahayakan kaum pria daripada fitnah kaum wanita" (HR. Muslimah)


Lalu bagaimana tindakan kita selanjutnya? apa yang harus dilakukan?
apa harus kita melepaskan behitu saja? 


padahal........... sudah termasuk dalam kriteria....
padahal......... sudah saling punya perasaan
padahal........ sudah bertepuk dua dua nya
padahal.......tinggal mensah kan saja , kalo waktunya belum pas kan bisa pacaran dulu? atau bisa saling bilang untuk ta'arufan dulu? atau tidak ada hubungan tanpa status aja? bisa kan?

nah !! 
itu lah godaan setan nya.. bisa saja dilanjutkan dengan alasana seperti itu, tapi apa iya hati kita tidak ber-zina? slalu memikir kan dia, lupa dengan Allah...  yang belum tentu nanti nya dia menjadi suami atau istri kita.

memang..... tidak melakukan macam-macam
memang... tidak pernah jalan bersama
memang.... tidak pernah berdua an

tapi? apa iya Allah tidak cemburu? 
tanpa sadar kita telah menduakan Allah...
tanpa sadar kita mengkhianati jodoh  kita nanti nya


TEGAS LAH.......... walau... awalnya sulit, tapi slalu ingat apa yang menurut kita baik belum tentu menurut Allah baik untuk diri kita.

Tegas Meninggalkan yang memang belum saat nya terjadi.

dimana seharusnya di letakan?
  Disini..... Di hati... Berharap penuh hanya kepada ALLAH.
"Jodoh sudah ada yang atur... dekatin saja yang ngatur  nya.... Allah"

jangan cemas... perbaiki diri adalah cara yang terbaik untuk mendapatkan jodoh yang terbaik kelak.



mohon maaf.. jika ada kata yang kurang berkenan

Wassalamualaikum